Bisakah Solskjaer Membuat Generasi Emas setelah Busby Babes dan Kelas 92?


0


Football5star.com, Indonesia – Gol semata-mata dicetak oleh penyerang berusia 17 tahun Mason Greenwood di Liga Europa, Jumat (20/9/2019) membuat publik Old Trafford membayangkan bahwa pasukan Manchester United akan menghadirkan generasi emas setelah Busby Babes dan Kelas 92.

Sebagai pemain yang telah bermain bersama dengan generasi Generasi 92, Ole Gunnar Solskjaer memiliki beban sendiri untuk dapat menciptakan kembali generasi emas seperti pendahulunya, Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.

Pelatih Norwegia itu memang memiliki kesempatan untuk dapat menciptakan generasi emas di Manchester United. Dikutip dari halaman resmi klub, skuad Setan Merah saat ini diperkuat oleh sejumlah pemain muda.

"Gairahnya untuk sepakbola telah meningkat." Saya tidak ingin terlalu banyak tekanan padanya selain meminta untuk bersenang-senang dan bekerja keras, "kata Solskjaer setelah pertandingan melawan Astana, seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

gambar getty

Barisan pemain muda

Selain Greenwood, yang pada awalnya diajarkan oleh The Manchester United Academy, ada juga nama Tahith Chong dan Angel Gomes. Keduanya masih berusia 19 tahun. Tiga pemain putus akademi ini dimainkan oleh Solskjaer ketika Setan Merah berjuang untuk mengalahkan Astana di Liga Eropa.

Selain ketiganya, jangan lupa juga sosok striker yang menjadi andalan Solskjaer musim ini Marcus Rashford. Ada juga pemain belakang berusia 21 tahun Axel Tuanzebe. Lima pemain putus akademi dikatakan sebagai andalan Setan Merah musim ini.

Solskajer beruntung memiliki pemain di luar akademi yang masih relatif muda dan dapat bertahan jika ia ingin membentuk generasi emas berikutnya di Old Trafford. Ada Diogo Dalot yang berusia 20 tahun, bek sayap Aaron Wan Bissaka, mantan striker Swansea Daniel James.

gambar getty

Kombinasi skuad Manchester United musim ini memang cenderung menciptakan generasi emas seperti Busby Babes dan Kelas 92. Ada pemain senior mulai dari Ashley Young, Nemanja Matic, Paul Pogba, Juan Mata, hingga David de Gea , ada juga yang drop out di akademi yang telah pudar di skuad utama seperti Scott McTominay, dan Jesse Lingard.

Tetapi meskipun memiliki komposisi pasukan yang bisa dikatakan tidak jauh berbeda dari ketika Sir Alex Ferguson membangun Kelas 92 generasi, Solskjer memiliki faktor kepemimpinan yang sangat mendasar.

Sulitnya menemukan kapten yang karismatik

Ketika Sir Matt Busby membangun generasi Busby Babes, ia didukung oleh kapten karismatik Denis Law dan Sir Bobby Charlton. Pemain seperti Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, dan Geoff Bent dilindungi oleh legenda hidup Setan Merah.

Meskipun pada akhirnya para pemain muda berakhir dengan cara yang tragis. Era Busby Babes membawa Setan Merah ke puncak kejayaan. Ini kemudian berlanjut ketika Sir Alex Ferguson menciptakan Kelas 92. Sir Alex mengenakan sosok seorang kapten karismatik yang bisa membuat pemain muda tidak banyak bertingkah.

Roy Keane Ronaldosurat harian

Clasff dari 92 pemain muda dari Ryan Giggs ke David Beckham tidak banyak bertindak ketika ban lengan melingkari lengan Eric Cantona dan Roy Keane. Kedua pemain ini menjadi tokoh lidah dan pencuci mulut Sir Alex di tengah lapangan.

Meski sama-sama juga memiliki catatan negatif saat menangkap Manchester United, tetapi itu tidak mengurangi sisi karismatik dan rasa hormat pemain muda Revils ke Cantona dan Keane.

Justru dari kedua kapten inilah para pemain muda Setan Merah belajar banyak tentang nilai-nilai yang dibawa oleh klub. Belum lagi, di luar dua kapten ini, di era Kelas 92, Manchester United juga diperkuat oleh pemain senior lainnya seperti Peter Schmeichel ke Denis Irwin.

Kondisi ini tidak dimiliki oleh Solskjaer saat ini. Ashley Young terpilih sebagai kapten hanya karena berdasarkan faktor lamanya ia bermain di Old Trafford. Pemain senior lain yang seharusnya menjadi panutan juga memiliki nilai minus, misalkan Paul Pogba.

Faktanya adalah bahwa setelah pemain Kelas 92 pensiun, Wayne Rooney dan Michael Carrick, belum ada kapten yang karismatik di Setan Merah. Kondisi ini adalah faktor X yang dapat menyulitkan Solskjaer untuk membangun generasi emas setelah Busby Babes dan Kelas 92.

Karena pada akhirnya peran kapten akan sangat penting di tengah situasi genting tim. Steven Gerrard di Liverpool pernah menjadi modelnya di final Liga Champions 2005.

"Apa yang paling saya kagumi dari Gerrard adalah dia tidak banyak bicara di lapangan. Meski begitu, dia memiliki kemampuan untuk menggairahkan rekan-rekannya hanya dengan beberapa kata," kata Paolo Maldini saat itu.

Posting Dapatkah Solskjaer Menciptakan Generasi Emas setelah Busby Babes dan Kelas 92? muncul pertama di Football5star Football News.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format